[NHW 7 IIP] Mengenali Diri Sendiri Lewat Strenght Typology

selfie-portrait-picture-photo

Foto: pexels.com

Kuliah matrikulasi ke-7, adalah tentang “Tahapan Menuju Bunda Produktif”. Pada Nice Homework kali ini, peserta matrikulasi diberikan tugas untuk mengikuti tes strenght typology di http://www.temubakat.com, tools yang ditemukan oleh Abah Rama.

Jadi singkatnya, streght typology ini adalah tes untuk menemukan potensi dan bakat yang ada dalam diri kita. Tujuannya, agar kita lebih fokus mengembangkan diri pada kekuatan yang kita miliki dan memperbanyak aktivitas yang dapat menguatkan potensi tersebut, sekaligus mengurangi fokus kita pada kelemahan-kelemahan diri. Karena, setiap manusia dilahirkan dengan fitrah keunikannya masing-masing. Harapannya setiap orang bisa berkembang sesuai fitrah yang ia bawa sejak lahir, agar bisa menjadi pribadi yang lebih berbahagia (selain rasa syukur selalu tentunya). Mengutip kata-kata Ibu Septi Peni Wulandani, Founder IIP, “Meninggikan gunung, bukan meratakan lembah”. It’s so relatable.

Yap, NHW kali memang menyenangkan. Siapa yang tidak suka diajak mengenali kepribadiannya lebih dalam? Hehe. Saya sudah megikuti tes ini satu kali, dan hasil tesnya masih ada. Namun, saya memutuskan untuk mencobanya kembali. Apakah mungkin hasilnya berbeda?

Ternyata memang berbeda.

Apakah karena pengaruh sifat manusia yang sangat dinamis dan selalu berkembang, atau memang karena pengaruh lingkungan saat ini? Entah. Yang jelas, saya merasa tes kali ini lebih dekat dengan kepribadian saya yang sekarang.

Mungkin juga, yang sesungguhnya.

Ini dia hasil tes strenght typology saya:

Nah, itu dia hasilnya. Penjelasannya di mari:

Potensi Kekuatan 

1.

administrator

2.

ambassador

3.

creator

4.

designer

5.

journalist

6.

strategist

 

Potensi Kelemahan

1.

analyst

2.

marketer

3.

operator

4.

producer

5.

seller

6.

treasury

Strenght Cluster:

Generating Idea 50%, Elementary 33%, Networking 17%

***

Beberapa hal menarik yang saya dapatkan dari hasil tes strength typology ini adalah, semenjak saya ikut suami berpindah-pindah tempat tinggal (karena mengikuti pekerjaan dia), saya mulai mendalami aktivitas yang sudah saya tinggalkan semenjak saya kecil: menggambar. Ada kenyamanan yang saya rasakan saat saya menggambar. Saya juga mulai mendalami ilmu menulis lagi, meskipun belum terlalu tekun.

Sulitnya mendapatkan pekerjaan baru membuat saya “terpaksa” menggeluti lagi hal-hal yang saya sukai agar tidak jenuh. Suami pun mengatakan, agar saya tidak terlalu menekan diri saya agar cepat mendapatkan pekerjaan (alasan saya, karena saya tidak tega melihat dia kelelahan bekerja sendirian, apalagi kami belum punya anak). “Carilah pekerjaan kalau itu bisa membuatmu lebih bahagia. Tapi kalau tidak dapat, tidak apa-apa. Jangan memaksakan diri”, itu yang selalu dia katakan. Duh, gimana adek ga melting bang.

Aktivitas menggambar dan menulis yang saya sukai, ternyata sesuai dengan empat potensi kekuatan saya dari hasil tes streght typology, yaitu administrator, creator, designer, dan journalist. Saya bersyukur, dan kemudian memantapkan hati untuk tetap mendalami kegiatan yang berhubungan dengan potensi kekuatan ini. Agar saya lebih bahagia. Agar saya bisa menjalankan peran manusia di muka bumi ini sesuai dengan fitrah yang Allah berikan. Agar si ikan tidak memaksakan diri lagi untuk merayap ke darat dan memajat dahan-dahan.

Untuk potensi kelemahan, analyst, I couldn’t agree more. 

Semenjak saya di bangku sekolah dasar, seberapa keras pun saya belajar matematika, selalu saja ada kesilapan yang saya lakukan. Saya benar-benar lemah terhadap angka-angka. Mereka selalu berputar, menari, lalu kabur apabila saya dekati. SMP dan SMA, saya langganan remedial matematika, fisika, dan kimia. Kuliah, saya mengulang hampir semua mata kuliah eksakta, terutama Kalkulus 1 dan 2; yang pada akhirnya saya pun lulus karena belas kasihan dosen (nggak tahu harus sedih atau bahagia).

Sepanjang menjalani masa kuliah, saya selalu yakin bahwa saya salah jurusan. Berada di jurusan pendidikan biologi, karena saya tidak bisa matematika, kimia, dan fisika. Bukan karena ingin jadi guru juga. Tapi alhamdulillah lulus juga, berkat kekuatan doa orangtua (saya yakin itu).

Semenjak menikah, saya banyak merenung, sebenarnya apa saja yang sudah saya lakukan selama ini. Andai saja dari semenjak awal saya lebih berani untuk memilih jurusan IPS, tanpa didera rasa gengsi “IPA lebih baik”, mungkin keadaan akan berbeda. Namun, yang berlalu telah berlalu. Saya tetap bersyukur dengan apa yang sudah saya lalui, dan banyak pelajaran hidup yang saya dapatkan, agar saya tidak jatuh ke dalam lubang yang sama.

Ah, ya. Ada keunikan yang lain lagi. Saya memiliki dua potensi kelemahan, yaitu marketer dan seller. Padahal, saat ini saya sedang menjalankan usaha online yang berkaitan dengan itu (alasannya simpel, untuk menambah penghasilan). Meskipun, jujur, saya tidak terlalu nyaman menjalaninya. Akibatnya, saya hanya sekedar menjalankan bisnis tersebut tanpa ada “ruh” yang menguatkan saya agar lebih bersemangat menjalaninya. Jujur saya lebih suka memainkan kuas dan cat daripada meyakinkan orang untuk membeli suatu produk yang saya tawarkan.

Namun, ada kalanya keadaan tertentu “memaksa” seseorang untuk  tetap berkutat di kegiatan yang merupakan potensi kelemahannya. Saya termasuk orang yang meyakini, keadaaan yang benar-benar ideal itu adalah hal yang utopis. Maka saya memutuskan, untuk tetap menjalankan sebaik-baiknya keadaan saya saat ini, sambil tetap berdoa agar Allah memberikan kemudahan untuk tetap mengembangkan fitrah yang telah Ia anugerahkan.

Kuadran Aktivitas

Nah, masih berhubungan dengan hasil tes strenght typology, berikut kuadran aktivitas yang saya buat. Saya bagi ke dalam empat kuadran, yang terdiri atas:

Kuadran I     : Aktivitas yang disukai dan bisa/mampu melakukannya

Kuadran II   : Aktivitas yang disukai, namun tidak bisa melakukannya (anggap saja belum bisa)

Kuadran III : Aktivitas yang tidak disukai, namun bisa/mampu melakukannya

Kuadran IV  : Aktivitas yang tidak disukai, dan tidak mampu melakukannya

Demikian NHW 7 kali ini. Semoga bermanfaat, and happy a nice days! 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s