GAME KELAS BUNSAY LVL 1: KOMUNIKASI PRODUKTIF (HARI KE-4)

Sudah hampir dua minggu suami selalu pulang larut, yaitu pada pukul 12 malam atau lebih dari itu, karena sedang mengejar deadline pekerjaan. Duh, deadline kok dikejar, cintaku aja yang dikejar dong Bang! *terus muntah

Saya sangat khawatir terhadap kesehatannya. Terlebih lagi, sudah hampir tiga bulan ini biduren atau kaligata suami tidak sembuh-sembuh. Awalnya, suami merasa gatal-gatal setiap kali makan daging merah. Kemudian lama-kelamaan sampai sekarang ini, rasa gatalnya semakin menjadi-jadi. Sumber protein apapun itu, suami akan merasakan gatal setelah memakannya, terutama sumber protein hewani. Malah, beberapa hari yang lalu ia memakan tahu bulat kesukaannya hingga belasan buah, kemudian kulitnya menjadi kemerahan dan gatal-gatal kembali (meskipun tidak separah saat memakan makanan sumber protein hewani). Continue reading

Advertisements

GAME KELAS BUNSAY LVL 1: KOMUNIKASI PRODUKTIF (HARI KE-3)

Au (4 tahun), keponakan yang super aktif dan memiliki energi tiga orang balita pada umumnya, baru saja memiliki adik laki-laki. Au anak yang sangat lincah dan senang bercerita. Di sisi lain, dia adalah anak yang keras hati. Jika memiliki keinginan, maka orang-orang di sekitarnya harus segera mengabulkannya. Jika tidak, maka ia akan menjerit-jerit, mengamuk, dan marah. Bahkan tidak jarang sampai melakukan perilaku agresif yang cenderung menyakiti ibunya, neneknya, bahkan kakeknya, seperti mencakar, mencubit, dan memukul-mukul. Meskipun itu tenaga anak empat tahun, bukan berarti nggak sakit yak. Continue reading

GAME KELAS BUNSAY LVL 1: KOMUNIKASI PRODUKTIF (HARI KE-2)

Saya dan suami saling terbuka satu sama lain, termasuk urusan inbox message, apapun itu. Mulai dari SMS, Whatsapp, Messanger, Line, dan lain-lain. Kami satu sama lain saling mengizinkan untuk melihat atau membuka-buka ponsel masing-masing. Mungkin ada beberapa artikel yang mengatakan bahwa melihat-lihat inbox pasangan adalah tanda insecure. Buat saya dan suami, justru karena saling percaya, makanya kami santai saja inbox dibuka-buka dan dibaca oleh  pasangan. Continue reading

Game Kelas Bunsay lvl 1: Komunikasi Produktif (Hari ke-1)

Kelas Bunda Sayang di minggu pertama ini menyuguhkan tantangan kepada para muridnya untuk melakukan komunikasi produktif dengan anggota keluarga.

Pelaksanaan kelas Bunda Sayang ini hampir mirip dengan Kelas Matrikulasi. Ada materi, dan ada penugasan. Bedanya, kalau tugas-tugas di Kelas Matrikulasi itu (menurut saya) lebih banyak di perencanaan, maka di Kelas Bunda Sayang ini saya dan teman-teman diarahkan untuk praktik langsung.

Continue reading

[NHW 9 IIP] Ibu Sebagai Agen Perubahan

Foto: pexels.com

Nice Homework 9:

Bunda, kalau sudah menemukan passion (ketertarikan minat ) ada di ranah mana, mulailah lihat isu sosial di sekitar anda, maka belajar untuk membuat solusi terbaik di keluarga dan masyarakat.

Rumus yang kita pakai :

PASSION + EMPHATY = SOCIAL VENTURE

Social venture adalah suatu usaha yang didirikan oleh seorang social enterpreneur baik secara individu maupun organisasi yang bertujuan untuk memberikan solusi sistemik untuk mencapai tujuan sosial yang berkelanjutan.

Sedangkan social enterpreneur adalah orang yg menyelesaikan isu sosial di sekitarnya menggunakan kemampuan enterpreneur.

Sehingga bunda bisa membuat perubahan di masyarakat diawali dari rasa emphaty, membuat sebuah usaha yang berkelanjutan diawali dengan menemukan passion dan menjadi orang yang merdeka menentukan nasib hidupnya sendiri.

Hal ini akan membuat kita bisa menyelesaikan permasalahan sosial di sekitar kita dengan kemampuan enterpreneur yang kita miliki. Sehingga untuk melakukan perubahan tidak perlu menunggu dana dari luar, tapi cukup tekad kuat dari dalam.

Mulailah dari yg sederhana, lihat diri kita, apa permasalahan yg kita hadapi selama ini, apabila kita bisa menyelesaikan permasalahan kita, dan membagikan sebuah solusi, bisa jadi ini menjawab permasalahan yg dihadapi oleh orang lain. Karena mungkin banyak di luar sana yg memiliki permasalahan yg sama dengan kita.

Setelah selesai dengan permasalahan kita sendiri, baru keluar melihat isu sosial yg ada di sekitar kita.

Bagaimana caranya? Isilah bagan-bagan di bawah ini:

Selamat menjadi agen perubahan

Tiba di Nicehomework (NHW) terakhir, yaitu NHW ke-9. NHW kali ini adalah tentang Ibu yang berempati, Ibu yang memberdayakan keahlian, dan Ibu yang bermanfaat untuk masyarakat.

Ada satu tantangan bagi diri saya sendiri terkait pengamatan terhadap lingkungan tempat tinggal saya. Saya dan suami adalah kaum nomaden. Kami baru tiga bulan tinggal di Jakarta, setelah sebelumnya kami berpindah-pindah tempat tinggal sebelum sampai di kota ini. Kota terakhir yang kami kunjungi sebelum Jakarta adalah Sukoharjo.

Saat ini saya dan suami berstatus sebagai kontraktor (alias kaum yang mengontrak) dalam bangunan sederhana, sebagai tempat tinggal sementara kami. Kami belum mengetahui secara pasti kapan kami akan seattle down di suatu tempat untuk suatu tempat yang lama, karena pekerjaan suami sebagai pekerja kreatif yang sangat fleksibel dan dapat berpindah kapan saja.

Karena alasan itulah, saya mengorbitkan rasa empati saya dalam jangkauan yang lebih luas. Bukan lagi kepada masyarakat sekitar, tapi menembuh batas-batas wilayah melalui akses dunia maya.

Continue reading

[NHW 7 IIP] Mengenali Diri Sendiri Lewat Strenght Typology

selfie-portrait-picture-photo

Foto: pexels.com

Kuliah matrikulasi ke-7, adalah tentang “Tahapan Menuju Bunda Produktif”. Pada Nice Homework kali ini, peserta matrikulasi diberikan tugas untuk mengikuti tes strenght typology di http://www.temubakat.com, tools yang ditemukan oleh Abah Rama.

Jadi singkatnya, streght typology ini adalah tes untuk menemukan potensi dan bakat yang ada dalam diri kita. Tujuannya, agar kita lebih fokus mengembangkan diri pada kekuatan yang kita miliki dan memperbanyak aktivitas yang dapat menguatkan potensi tersebut, sekaligus mengurangi fokus kita pada kelemahan-kelemahan diri. Karena, setiap manusia dilahirkan dengan fitrah keunikannya masing-masing. Harapannya setiap orang bisa berkembang sesuai fitrah yang ia bawa sejak lahir, agar bisa menjadi pribadi yang lebih berbahagia (selain rasa syukur selalu tentunya). Mengutip kata-kata Ibu Septi Peni Wulandani, Founder IIP, “Meninggikan gunung, bukan meratakan lembah”. It’s so relatable.

Yap, NHW kali memang menyenangkan. Siapa yang tidak suka diajak mengenali kepribadiannya lebih dalam? Hehe. Saya sudah megikuti tes ini satu kali, dan hasil tesnya masih ada. Namun, saya memutuskan untuk mencobanya kembali. Apakah mungkin hasilnya berbeda?

Ternyata memang berbeda.

Apakah karena pengaruh sifat manusia yang sangat dinamis dan selalu berkembang, atau memang karena pengaruh lingkungan saat ini? Entah. Yang jelas, saya merasa tes kali ini lebih dekat dengan kepribadian saya yang sekarang.

Mungkin juga, yang sesungguhnya.

Continue reading