Penjara Anak: Antara Menghukum dan Membina dalam Pencitraan

Penjara Anak: Antara Menghukum dan Membina dalam Pencitraan
Oleh: Mia Wahyuningsari

 

Matahari cerah menyapa langit Kutoarjo di siang itu. Dari balik bangunan yang pernah menjadi tempat tahanan perang semenjak zaman kolonial Belanda, DN (15 tahun) bersama rekan-rekannya yang lain menjalani rutinitas hariannya. Seluruh penghuninya adalah anak-anak dan remaja laki-laki. Ada yang mengunjungi “tetangga kamarnya”, ada yang mengambil air bersih atau menjemur pakaian, dan beberapa anak terlihat bercengkrama dengan akrabnya. Namun, pemandangan nan “damai” ini bukanlah tempat asrama putra ataupun pondok pesantren. DN dan puluhan rekannya yang lain berada dalam satu tempat yang disebut dengan penjara anak atau Lapas Anak Kutoarjo, di daerah Kutoarjo, Jawa Tengah. Mereka berada di sana dalam kurun waktu dan penyebab yang berbeda-beda. Namun impian mereka tetap sama. Menanti sebuah kebebasan. Continue reading