Bersih-bersih Blog

Minggu lalu, saya sukses babat alas blog yang sudah saya huni ini semenjak saya masih menjadi mahasiswa. Jadi, jangan heran kalau ada yang melihat betapa besarnya gap postingan di blog ini semenjak tahun 2012. Lima tahun, cuy!

Selain sudah hiatus untuk kurun waktu yang sangaaat lama, keputusan saya untuk bebersih blog dengan menghapus 20+ postingan bukan tanpa alasan. Saya pikir, masa-masa saya curhat di tempat publik (meskipun dunia maya) itu sudah lewat. Sekarang masih curhat sih, tapii, di tulisan-tulisan saya yang sudah lalu itu kalau dibaca rasanya saya sendiri merasa, “ewww”. Pengennya tutup muka. Terus buka lagi. Terus move on. Harus.

Continue reading

Advertisements

What Did You Do at 27?

Scenic Rim Weddings, romantic things to do,Hot Air Ballon adventure, Gold Coast Hinterland, Scenic Rim, near Brisbane, ballooning experience

image sorce: http://www.scenicrimescapes.com.au

Pagi ini dingin sekali. Padahal Jakarta.

Bukan, bukan karena Jakarta turun salju. Saya menyalakan AC semalam, dan pagi ini belum saya matikan.

Kebetulan dapat kamar kos ber-AC, biasanya tidak pernah (pengecualian saat saya berada di Malaysia, itupun hanya dua kali dinyalakan selama saya tinggal selama enam bulan di sana).

Saya melirik ke belakang kursi, terlihat pak suami yang masih terlelap dan minta dibangunkan setengah jam lagi untuk bersiap-siap berangkat bekerja. Sedangkan, saya sudah tidak bisa tidur lagi setelah mengajaknya senam zumba tadi pagi. Lebih tepatnya, saya berusaha untuk tidak tidur lagi. Berusaha menatap kembali hidup saya yang seringkali saya nilai berantakan. Continue reading

Hikayat Dua Orang Suku Nomaden

 

Jaman SMP atau SMA, pada saat mudik lebaran yang entah keberapa hijriyah, seperti biasa kami silaturahim ke rumah nenek di kota sebelah.

Mudik ekspres.

Dalam perjalanan yang menurut saya cukup melelahkan dari Bogor ke Sukabumi, kami sekeluarga hanya menumpang makan, mengobrol sebentar, menyeruput teh hangat, lalu berpamitan pulang di hari yang sama. Saat itu, Bapak rasa-rasanya lebih sibuk dari biasanya setelah pindah tempat dinas.

“Bapak mah..masa lebaran juga liburannya cuma sebentar?”, Saya yang saat itu masih abegeh-tapi-nggak-pake-gahol menghela nafas panjang. “Nanti Mia pokoknya mau punya suami teh yang selalu ngajak jalan-jalan!”. Terdengar suara Bapak dan Ibu yang tertawa keras di bangku depan.

Saat itu, saya tidak ingat apakah setelah tawa yang cukup panjang, disusul dengan aamiin dari beliau berdua atas ucapan “doa” saya. Doa keceplosan seorang remaja yang seragamnya sering bau keringat dan asap knalpot jalanan.

Yang jelas, apapun yang terjadi saat itu, untaian indah doa saya menjadi kenyataan. Wk.

Continue reading

Perempuan Bahagia

happygirl

image source: http://halloftheblackdragon.com

Kemarin, saya (akhirnya bisa) bersua dengan dua orang teman diskusi; yang seiring berjalannya waktu menjadi sahabat saya.

Yang satu sedang berjuang demi kelulusannya. Yang satu sedang berjuang menghadapi hari besarnya. Saya? Sedang berjuang memilih mana yang harus saya lakukan duluan: cuci piring atau menguntel-untel pakaian dulu ke dalam koper. Semua masih tercecer dengan indahnya di seantero jagat kosan. Padahal, beberapa jam lagi saya dan suami harus pergi meninggalkan kota yang saat ini sedang saya tinggali. Atau hempaskan saja ini semua, dan lanjut main Let’s Get Rich lagi?

Tiga orang yang berbeda, tiga pemikiran yang berbeda, tiga boyongan cerita yang berbeda. Kami disatukan oleh satu hal: kami sama-sama perempuan :)

Continue reading