[NHW 9 IIP] Ibu Sebagai Agen Perubahan

Foto: pexels.com

Nice Homework 9:

Bunda, kalau sudah menemukan passion (ketertarikan minat ) ada di ranah mana, mulailah lihat isu sosial di sekitar anda, maka belajar untuk membuat solusi terbaik di keluarga dan masyarakat.

Rumus yang kita pakai :

PASSION + EMPHATY = SOCIAL VENTURE

Social venture adalah suatu usaha yang didirikan oleh seorang social enterpreneur baik secara individu maupun organisasi yang bertujuan untuk memberikan solusi sistemik untuk mencapai tujuan sosial yang berkelanjutan.

Sedangkan social enterpreneur adalah orang yg menyelesaikan isu sosial di sekitarnya menggunakan kemampuan enterpreneur.

Sehingga bunda bisa membuat perubahan di masyarakat diawali dari rasa emphaty, membuat sebuah usaha yang berkelanjutan diawali dengan menemukan passion dan menjadi orang yang merdeka menentukan nasib hidupnya sendiri.

Hal ini akan membuat kita bisa menyelesaikan permasalahan sosial di sekitar kita dengan kemampuan enterpreneur yang kita miliki. Sehingga untuk melakukan perubahan tidak perlu menunggu dana dari luar, tapi cukup tekad kuat dari dalam.

Mulailah dari yg sederhana, lihat diri kita, apa permasalahan yg kita hadapi selama ini, apabila kita bisa menyelesaikan permasalahan kita, dan membagikan sebuah solusi, bisa jadi ini menjawab permasalahan yg dihadapi oleh orang lain. Karena mungkin banyak di luar sana yg memiliki permasalahan yg sama dengan kita.

Setelah selesai dengan permasalahan kita sendiri, baru keluar melihat isu sosial yg ada di sekitar kita.

Bagaimana caranya? Isilah bagan-bagan di bawah ini:

Selamat menjadi agen perubahan

Tiba di Nicehomework (NHW) terakhir, yaitu NHW ke-9. NHW kali ini adalah tentang Ibu yang berempati, Ibu yang memberdayakan keahlian, dan Ibu yang bermanfaat untuk masyarakat.

Ada satu tantangan bagi diri saya sendiri terkait pengamatan terhadap lingkungan tempat tinggal saya. Saya dan suami adalah kaum nomaden. Kami baru tiga bulan tinggal di Jakarta, setelah sebelumnya kami berpindah-pindah tempat tinggal sebelum sampai di kota ini. Kota terakhir yang kami kunjungi sebelum Jakarta adalah Sukoharjo.

Saat ini saya dan suami berstatus sebagai kontraktor (alias kaum yang mengontrak) dalam bangunan sederhana, sebagai tempat tinggal sementara kami. Kami belum mengetahui secara pasti kapan kami akan seattle down di suatu tempat untuk suatu tempat yang lama, karena pekerjaan suami sebagai pekerja kreatif yang sangat fleksibel dan dapat berpindah kapan saja.

Karena alasan itulah, saya mengorbitkan rasa empati saya dalam jangkauan yang lebih luas. Bukan lagi kepada masyarakat sekitar, tapi menembuh batas-batas wilayah melalui akses dunia maya.

Berikut NHW 9 yang saya kerjakan:

 

[NHW IIP 8] Misi Hidup & Produktivitas

pexels-photo-60230

Foto: pexels.com

Pada kuliah matrikulasi IIP yang ke-8, saya dan teman-teman peserta lainnya belajar mengenai misi hidup dan produktivitas. Tentang bagaimana pentingnya menemukan misi hidup untuk menunjang produktivitas keluarga.

Untuk lebih menggali bagaimana penerapan secara teknisnya, NHW kali ini adalah seputar menentukan misi hidup. Jadi ingat rasanya sewaktu berorganisasi di SMA waktu itu. Saya pertama kali diperkenalkan istilah visi dan misi, yaitu pada saat kegiatan ekstrakulikuler. Kami diminta menentukan apa saja tujuan berorganisasi, dan bagaimana cara-cara meraih tujuan itu.

Saat ini, saya dihadapkan lagi denagn perihal misi. Namun, yang  kali ini langsung kepada misi hidup. Sungguh, tidak diciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada Allah swt. Dan sebaik-baiknya manusia, adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Maka,

Dengan cara-cara yang bagaimanakah hidup ini dijalani,

agar dapat tercapai tujuan “sebaik-baiknya manusia”?

Continue reading